Seperti yang kami tuliskan sebelumnya bahwa tidak lama lagi rombongan dari LBK Batam/LBK Unrika akan berangkat menuju Universitas Negeri Padang ( UNP ) untuk belajar guna menambah keilmuan bimbingan dan konseling melalui Seminar Nasional, Workshop dan Observasi konseling individual dan konseling kelompok bersama peserta didik tingkat SMP dan SLTA se Sumatera Barat.
Perjalanan ini merupakan momen yang sangat penting bagi kami sebagai calon konselor professional dalam mengkaji, mengembangkan dan mengimplementasikan keilmuan bimbingan dan konseling dalam tataran praktis khususnya di sekolah-sekolah di batam dan umumnya kepada seluruh komponen masyarakat yang membutuhkan di seluruh Kepulauan Riau.
Sumatera Barat adalah salah satu kiblat terpenting diluar Jawa dalam bidang keilmuan bimbingan dan konseling yang menjadi pusat study dan praktikum khususnya di Univesitas Negeri Padang dan masyarakat Sumatera Barat pada umumnya.
Harapan kami sebagai konselor pemula, kita akan dapat belajar, mengasah, mengembangkan dan melakukan study banding sbagai bahan kajian dan development di LBK Unrika Batam agar dapat menmberikan sumbangsih dan kontribusi yang signifikan terhadap carut marutnya dunia pendidikan di Batam dan terhadap adanya dekadensi moral yang luar biasa terjadi di propinsi Kepulauan Riau.
Team yang akan berangkat ke padang nanti berjumlah sekitar empat atau lima orang. diantaranya adalah, Suharmanto W.P, Sarwiyanto Nugroho. W.S, Misrawati W.P, Raini W.M dan Komsiah, S.Fil. M.Si.
Rencananya akan berangkat pada tanggal 14 Januari' 2011 dengan menggunakan pesawat V.I.P dari bandara Hangnadim menuju Padang Kota.
Semoga Alloh SWT senantiasa memberikan kemudahan, keberkahan dan kekuatan kepada team dalam menjalankan tugasnya sehingga mampu membawa oleh-oleh ilmu yang bermanfaat bukan saja kepada dirinya masing masing tetapi juga bermanfaat besar untuk kepentingan masyarakat luas.
Sebuah Lembaga Konseling yang lahir di Batam untuk membantu segala problematika yang terjadi baik pada usia dini, usia anak-anak, usia remaja maupun usia dewasa dengan Fungsi Utama pencegahan, perlindungan, pengembangan, dan memandirikan.
Tampilkan postingan dengan label Konseling Populer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Konseling Populer. Tampilkan semua postingan
Minggu, 26 Desember 2010
Selasa, 03 Agustus 2010
Konsultasi Psikologi (Konseling)
Konsultasi psikologi atau yang biasa disebut konseling adalah suatu proses interaksi antara pihak yang membutuhkan bantuan (disebut konseli/klien) dengan pihak yang mendapat keterampilan khusus memberi bantuan (disebut konselor/helper) dalam suatu hubungan yang formal dan profesional
Adapun faktor pendorong terjadinya proses konseling adalah:
# Pada diri individu, yaitu adanya masa-masa kritis dalam setiap masa perkembangan individu, terutama masa remaja.
#
Pada kondisi luar individu, misalnya perkembangan teknologi, nilai-nilai demokratis, nilai humanis versus pragmatis, nilai etika pergaulan, kondisi struktural dalam pendidikan dan kerja, transmigrasi dan urbanisasi, hubungan keluarga dalam arti fisik dan psikis
Sedangkan tugas konselor adalah mencari alternatif-alternatif yang dapat membantu pasien dalam upaya meninggalkan pola lama, memfasilitasi proses pengambilan keputusan dan mendapatkan solusi masalah yang lebih tepat. jadi, konseling akan berlangsung dalam sesi-sesi sebagai berikut :
1. Memulai mendefinisikan masalah.
2. Melanjutkannya dengan mencari alternatif.
3. Mengambil keputusan terhadap pilihan satu alternatif pemecahan masalah dan mengaplikasikan pilihan tersebut.
Seorang konselor harus tetap bersikap profesional dalam situasi apapun dan dengan siapapun. Seorang konselor tidak diperkenankan memberikan sugesti-sugesti tertentu yang dapat mempengaruhi pola pikir, tingkah laku, dan persepsi secara terpaksa. Ataupun membuat pasien semakin terancam secara psikis
Konselor harus dapat membuat pasien merasa nyaman berkonsultasi pada konselor tersebut, karena tujuan utama dilakukannya konseling pada pasien adalah untuk mempengaruhi perubahan tingakah laku secara sadar, memudahkan perubahan tingkah laku melalui interview, mendengarkan dengan penuh perhatian, membantu orang lain untuk pemahaman diri, pembuatan keputusan / pemecahan masalah, sehingga pasien tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat merusak diri ataupun merugikan orang lain.
Konsultasi psikologi atau yang biasa disebut konseling adalah suatu proses interaksi antara pihak yang membutuhkan bantuan (disebut konseli/klien) dengan pihak yang mendapat keterampilan khusus memberi bantuan (disebut konselor/helper) dalam suatu hubungan yang formal dan profesional
Adapun faktor pendorong terjadinya proses konseling adalah:
# Pada diri individu, yaitu adanya masa-masa kritis dalam setiap masa perkembangan individu, terutama masa remaja.
#
Pada kondisi luar individu, misalnya perkembangan teknologi, nilai-nilai demokratis, nilai humanis versus pragmatis, nilai etika pergaulan, kondisi struktural dalam pendidikan dan kerja, transmigrasi dan urbanisasi, hubungan keluarga dalam arti fisik dan psikis
Sedangkan tugas konselor adalah mencari alternatif-alternatif yang dapat membantu pasien dalam upaya meninggalkan pola lama, memfasilitasi proses pengambilan keputusan dan mendapatkan solusi masalah yang lebih tepat. jadi, konseling akan berlangsung dalam sesi-sesi sebagai berikut :
1. Memulai mendefinisikan masalah.
2. Melanjutkannya dengan mencari alternatif.
3. Mengambil keputusan terhadap pilihan satu alternatif pemecahan masalah dan mengaplikasikan pilihan tersebut.
Seorang konselor harus tetap bersikap profesional dalam situasi apapun dan dengan siapapun. Seorang konselor tidak diperkenankan memberikan sugesti-sugesti tertentu yang dapat mempengaruhi pola pikir, tingkah laku, dan persepsi secara terpaksa. Ataupun membuat pasien semakin terancam secara psikis
Konselor harus dapat membuat pasien merasa nyaman berkonsultasi pada konselor tersebut, karena tujuan utama dilakukannya konseling pada pasien adalah untuk mempengaruhi perubahan tingakah laku secara sadar, memudahkan perubahan tingkah laku melalui interview, mendengarkan dengan penuh perhatian, membantu orang lain untuk pemahaman diri, pembuatan keputusan / pemecahan masalah, sehingga pasien tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat merusak diri ataupun merugikan orang lain.
Langganan:
Postingan (Atom)